1.
PENDAHULUAN
LATAR NELAKANG
Bioinformatika adalah
aplikasi dari alat komputasi dan analisis untuk menginterpretasikan data-data
biologi. Bioinformatika berkembang menjadi kajian yang memadukan disiplin ilmu
biologi molekul, matematika dan teknik informasi. Kajian bioinformatika tidak lepas
dari perkembangan biologi molekul modern yang ditandai dengan kemampuan manusia
untuk memahami genom, yaitu cetak biru informasi genetik yang menentukan sifat
setiap makhluk hidup yang disandi dalam bentuk pita molekul DNA (asam
deoksiribonukleat). Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi kode genetik DNA
ini sangat didukung oleh teknologi informasi melalui perangkat-perangkat keras
maupun lunak.
Bioteknologi modern
ditandai dengan kemampuan para ahli dalam memanipulasi DNA. Untai DNA yang
mengkode protein disebut gen. Gen ditranskripsikan menjadi mRNA, kemudian mRNA ditranslasikan
menjadi protein. Protein sebagai produk akhir berperan menunjang seluruh proses
kehidupan, antara lain sebagai katalis reaksi biokimia dalam tubuh (enzim),
berperan serta dalam sistem pertahanan tubuh (antibodi), menyusun struktur
tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki (protein keratin menyusun rambut;
protein aktin, miosin dan sebagainya membentuk otot). Arus informasi dari DNA
ke RNA kemudian protein disebut dogma sentral dalam biologi molekul.
Saat ini terdapat
milyaran data nukleotida tersimpan dalam basis data DNA dari bank-bank gen di
AS, Inggris, dan Jepang. Pada beberapa tahun terakhir, telah terjadi ledakan
dalam jumlah informasi biologis yang tersedia. Jumlah berbagai basis data
melipat ganda setiap 15 bulan dan tersedia data sekuen genom lengkap lebih dari
100 organisme.
TUJUAN : Mengetahui
perkembangan teknologi yang berkaitan kedokteran
BATASAN MASALAH:
1.
Membahas tentang teknologi yang
berkaitan dengan kedokteran
2.
Materi penulisan ini menganalisa dari 3
jurnal dengan judul :
· Medical Imaging Untuk Analisis Ekspresi
Gen dalam Deteksi Penyakit (Ermatita, Sri Hartati, Retantyo Wardoyo, dan Agus
Harjoko)
· Skrining Bakteri Vibrio Sp Asli Indonesia
sebagai Penyebab Penyakit Udang Berbasis Tehnik 16S Ribosomal DNA (Feliatra
Felix, Titania T Nugroho, Sila Silalahi and Yuslina Octavia)
· Penentuan Spesies Bakteri Pseudomonas
Dan Analisis Phylogenetic Tree Secara Bioinformatika
2. ANALISIS
2.1 Analisa Jurnal 1
·
Judul Jurnal 1
Medical
Imaging Untuk Analisis Ekspresi Gen dalam Deteksi Penyakit
·
Penulis
Ermatita,
Sri Hartati, Retantyo Wardoyo, dan Agus Harjoko
·
Uraian
Salah satu teknologi yang berkembang adalah
pemeriksaan imaging dengan pengolahan citra. Pengolahan citra merupakan proses
mengolah piksel-piksel dalam citra digital untuk suatu tujuan tertentu,
terutama untuk menemukan informasi yang terkandung didalamnya.
Proses pengolahan citra melalui tahapan sebagai
berikut
a. Pembentukan Citra (Data Acquisition): Menentukan
data yang diperlukan dan memilih metode perekaman citra dijital.
b. Pengolahan Citra Tingkat Awal (Image
Preprocessing): Meningkatkan kontras, menghilangkan gangguan geometric /
radiometrik, menentukan bagian citra yang akan diobservasi.
c. Segmentasi Citra (Image Segmentation) dan Deteksi
Sisi (Edge Detection): Melakukan partisi citra menjadi wilayah-wilayah obyek (internal
properties) atau menentukan garis batas wilayah obyek(external shape
characteristics).
d.Seleksi
dan Ekstraksi Ciri (Feature Extraction and Selection): Seleksi ciri memilih informasi
kwantitatif dari ciri yang ada, yang dapat membedakan kelas-kelas obyek secara
baik. Ekstraksi ciri mengukur besaran kwantitatif ciri setiap piksel Representasi
dan Deskripsi: Suatu wilayah dapat direpresentasi sebagai suatu list
titik-titik koordinat dalam loop yang tertutup, dengan deskripsi luasan /
perimeternya
e. Pengenalan Pola (Pattern Recognition): Memberikan
labelkategori obyek pada setiap piksel citra berdasarkan informasi yang diberikan
oleh deskriptor atau ciri piksel bersangkutan (pewilayahan jaringan keras dan
pewilayahan berbagai jaringan lunak pada citra biomedik)
f. Interpretasi Citra (Image Interpretation):
Memberikan arti pada obyek yang sudah berhasil dikenali (dari citra klasifikasi
biomedik dapat dilihat adanya penyakit tumor)
g. Penyusunan Basis Pengetahuan: Basis pengetahuan
ini digunakan sebagai referensi pada proses template matching / object recognition.
Tahapan-tahapan tersebut di atas dilakukan dalam
melakukan pemeriksaan image untuk membantu proses diagnosis suatu penyakit
dalam bidang medical imaging
·
Hasil
Dapat
mengumpulkan data berupa image kemudian dilakukan ekstrasi data, dan hasilnya
yang di kuantifikasi dan dikenali polanya sehingga dapat di interpretasikan untuk
mendapatkan informasi dari image yang ada. Pada contoh di atas dalam penelitian
untuk deteksi kanker payudara, proses dengan medical imanging dapat membantu
mengenali mutasi gen pada BRCA1 dan BRCA2 yang dapat mengindikasikan seseorang
terkena suatu penyakit kanker. Semua kegiatan tersebut
digunakan
untuk menggali informasi agar struktur anatomi fungsi biologis yang tidak
normal
tidak mengancam kehidupan normal, sehingga dapat di berikan perlakuan agar terhindar
dari suatu penuyakit.
2.2 Analisa Jurnal 2
·
Judul Jurnal 2
Skrining
Bakteri Vibrio Sp Asli Indonesia sebagai Penyebab Penyakit Udang Berbasis
Tehnik 16S Ribosomal DNA
·
Penulis
Feliatra
Felix, Titania T Nugroho, Sila Silalahi and Yuslina Octavia
·
Uraian
Bahan
yang digunakan adalah udang windu (Penaeus monodon), sampel air laut, air
tambak, TCBS agar Merck, TSA agar Merck, TSI agar Merck, larutan kristal
violet, safranin, iodine, immersion oil, hidrogen peroksida 3% ,(H2O2),
tetrametyl-p phenylendiamein 1%, alkohol, aquabides, spirtus, NaCl 0,9%, MR-VP
broth, reagent metil red, kultur bakteri.
Metode
penelitian yang digunakan adalah eksperimen, untuk mengetahui dengan melakukan
isolasi dan identifikasi morfologi dan kimia Vibrio dari udang windu, air
tambak dan air laut. Sepuluh ekor sampel udang windu (Penaeus monodon) berumur
sekitar 2 bulan diambil dari tambak udang di Bengkalis, Sumatera Indonesia. Demikian
juga dengan sampel udang yang diambil dari Laut Jawa di Jepara Indonesia.
Sampel diambil dengan memperhatikan tingkah laku dan fisik
udang.
Ciri udang yang diambil yakni bergerak lambat terhadap respon yang diberikan,
lemah, dan memiliki warna yang lebih pucat dibandingkan udang
yang
lain. Udang sampel dimasukkan ke dalam ice box sebagai wadah penyimpanan sementara.
Untuk sampel air laut dan tambak, pengambilan dilakukan dengan botol ukuran
1000 ml pada tambak udang dan air laut di pinggir pantai di Pulau Bengkalis.
Sampel udang dicuci, dikeringkan, lalu ditimbang. Berat 46,4 gram dan
diencerkan kedalam 417,6 ml air laut yang sudah steril (10-1) dan diencerkan
sampai pengenceran ke 10-3. Pengenceran sampel air tambak dilakukan sama dengan
pengenceran pada sampel udang. Demikian pula untuk sampel air laut. Selanjutnya
dilakukan penanaman bakteri pada media TCBS yang diambil 1 ml dari pengenceran
10-2 dan 10-3 untuk masing-masing sampel pada cawan petri yang telah disiapkan
dengan
media TCBS.
·
Hasil
Dari
hasil penelitian didapat bahwa isolat bakteri yang berhasil diidentifikasi
dengan
menggunakan analisis 16S rDNA dari perairan Indonesia (kepulauan
Bengkalis,
Sumatera dan dari tambak di Jepara, Jawa), lima strain diantaranya
sudah
terdaftar secara internasional pada gen Bank Dunia, yaitu Vibrio alginolyticus,
Vibrio parahaemolyticus, Vibrio harveyi, Vibrio shilonii, dan Vibrio
vulnificus. dengan tingkat homolog diatas 97%, sedangkan dua strain diantaranya
merupakan strain yang belum terdaftar secara Internasional dalam gen bank
dunia, dan ini diyakini merupakan Vibrio sp asli Indonesia.
2.3 Analisa Jurnal 3
·
Judul Jurnal 3
Penentuan
Spesies Bakteri Pseudomonas Dan Analisis Phylogenetic Tree Secara
Bioinformatika
·
Penulis
Yoyon
Suyono
·
Uraian
Bahan
yang digunakan meliputi Buffered Pepton Wáter (Difco), NaCl (e Merck), Alkohol
(e Merck), Pseudomonas Isolation Agar (PIA) (Difco), Casamino Acid Media
(Difco) dan Alumunium Foil. Peralatan meliputi wadah contoh (bahan dari gelas
dan plastik), alat sampling, timbangan analitik, timbangan top loading, cawan
petri, jarum ose, pipet tetes, pipet ukur, botol pengencer, tabung reaksi, labu
ukur, gelas kimia, erlenmeyer, oven, inkubator, autoklaf, bunsen, hot plate
stirer, laminar flow, pinset, pH meter dan termometer.
Prosedur
penelitian meliputi pengambilan contoh tanah di salah satu industri untuk
isolasi bakteri (sesuai prosedur pengambilan contoh tanah untuk analisa mikroba,
2004, Balai Penelitian Tanah, Jawa Barat). Isolasi bakteri, ditimbang 25 g
contoh tanah kemudian dilarutkan dalam 225 ml Buffered Pepton Wáter. Larutan
contoh diencerkan sampai 5 kali pengenceran (10-5) kemudian diambil 1 ml dari
masing-masing pengenceran bahan untuk dicampurkan dengan Pseudomonas Isolation
Agar pada cawan petri dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 48 jam dengan posisi
cawan petri terbalik. Setelah diinkubasi diamati pertumbuhan bakteri dan
dipindahkan
koloni
yang terpisah menggunakan jarum ose ke dalam media Casamino Acid Media
agar
miring dan diinkubasi 48 jam hingga diperoleh bakteri tunggal (isolat murni).
Isolat
murni yang dihasilkan di analisa genetika (16S rRNA) di Balai Pengkajian
Bioteknologi
BPPT Serpong, Tangerang Banten.
·
Hasil
Studi
bioinfomatika terhadap hasil PCR-I6S rRNA meliputi studi kemiripan
sekuen
yang ada pada database menggunakan Basic Local Aligment Search Tool (BLAST) di
situs NCBI secara on line, sekuen yang diperoleh disimpan dalam format FASTA
pada notepade selanjutnya di alignment menggunakan Clustal W di situs EMBLEBI
secara on line dan divisualisasikan dalam bentuk phylogenetic tree
menggunakan
program TreeView yang diunduh dari situs “http://taxonomy.- zoology.gla.ac.uk/rod/treeview.html”
secara off line.
3. KESIMPULAN
Dari ketiga jurnal tersebut orang dapat belajar atau mengetahui tentang kedokteran
File Sistem Terdistribusi
Interface Service
Interface service adalah metode standard
komunikasi yang dapat dipakai oleh siapapun tanpa membedakan vendornya.
Interface Service merupakan titik point yang konsumen gunakan untuk
mengakses fungsionalitas yang diarahkan oleh aplikasi. Interface Service
biasanya menggunakan alamat jaringan, yang berarti bahwa ia dapat di
akses oleh konsumen lebih dari beberapa macam komunikasi jarigan. Alamat
jaringan dapat terkenal lokasinya atau ia dapat terkandung dari
direktori service seperti UDDI.
Interface Service mengimplementasikan
kontrak antara konsumen dan penyedia. Kontrak ini memungkinkan mereka
untuk bertukar informasi bahkan jika mereka berada di sistem yang
berbeda. Interface Service bertanggung jawab untuk semua rincian
pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi ini. Rincian
tersebut termasuk tetapi tidak terbatas pada:
- Network protocol
Interface Service harus merangkum semua
aspek dari network protocol yang digunakan untuk komunikasi antara
konsumen dan pelayanan. Sebagai contoh, anggaplah layanan terkena
konsumen melalui HTTP melalui jaringan TCP/IP. Anda dapat menerapkan
Interface Service sebagai komponen ASP.NET diterbitkan ke URL terkenal. Komponen ASP.NET
menerima permintaan HTTP, ekstrak informasi yang dibutuhkan oleh
layanan untuk memproses permintaan tersebut, memanggil implementasi
layanan, paket respon layanan, dan mengirim respon kembali ke konsumen
sebagai respon HTTP. Dari perspektif layanan, satu-satunya komponen yang
memahami HTTP adalah antarmuka layanan. Pelaksanaan layanan memiliki
kontrak sendiri dengan antarmuka layanan dan seharusnya tidak memiliki
ketergantungan pada spesifikasi teknologi yang digunakan konsumen untuk
berkomunikasi dengan antarmuka layanan.
- Data formats
Menerjemahkan Interface Service konsumen
antara format data dan format data yang mengharapkan layanan. Sebagai
contoh, konsumen eksternal untuk perusahaan dapat menyediakan data dan
mengharapkan data yg berada dalam format XML yang sesuai dengan skema
standar industri XML. Konsumen internal untuk perusahaan mungkin ingin
menggunakan format XML dioptimalkan untuk layanan tertentu. Interface
Service bertanggung jawab untuk mengubah dan pemetaan kedua format data
dalam format yang dapat menggunakan layanan ini. Pelaksanaan pelayanan
tidak memiliki pengetahuan tentang format data spesifik Interface
Service mungkin gunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen.
- Security
Interface Service harus dipertimbangkan
batas kepercayaan sendiri. Konsumen yang berbeda mungkin memiliki
persyaratan keamanan yang berbeda, jadi terserah untuk Interface Service
untuk melaksanakan konsumen spesifik persyaratan. Misalnya, konsumen
eksternal untuk perusahaan umumnya akan memiliki persyaratan keamanan
yang lebih ketat daripada konsumen internal untuk perusahaan. Konsumen
eksternal mungkin memiliki persyaratan otentikasi kuat dan hanya dapat
diberi kewenangan untuk melakukan subset yang sangat terbatas dari
operasi yang berwenang untuk konsumen internal. Konsumen internal dapat
dipercaya secara implisit untuk kebanyakan operasi dan hanya membutuhkan
otorisasi untuk operasi yang paling sensitif.
- Service level agreements
Interface Service memiliki peran
signifikan dalam memastikan bahwa pelayanan memenuhi komitmen tingkat
layanan untuk satu set khusus konsumen. Interface Service dapat
mengimplementasikan caching untuk meningkatkan waktu respon dan
mengurangi konsumsi bandwidth. Beberapa contoh dari Interface Service
dapat digunakan di satu set beban-seimbang node pengolahan untuk
mencapai skalabilitas, ketersediaan, dan kesalahan-toleransi
persyaratan.
File Sistem Terdistribusi
- Pengertian File Sistem Terdistribusi
File Sistem Terdistribusi adalah file
sistem yang mendukung sharing files dan resources dalam bentuk
penyimpanan persistent di sebuah network. Tujuan utama dari sistem file
terdistribusi yaitu mencontoh fungsi dari sistem file non‐terdistribusi
pada program klien yang berjalan di komputer‐komputer dalam suatu
jaringan. Dimulai dengan pembahasan mengenai sistem storage
terdistribusi dan non‐terdistribusi. Sistem file terdistribusi mendukung
pengiriman informasi dalam bentuk file dan sesumber hardware dalam
bentuk storage lewat intranet.
- Pengenalan File Service
File service adalah suatu perincian atau
pelayanan dari file system yang ditawarkan pada komputer client. Suatu
file server adalah implementasi dari file service dan berjalan pada satu
atau lebih mesin.
File itu sendiri berisi dari nama, data
dan atribut file seperti kepemilikan file, ukuran, waktu pembuatan file
dan hak akses file. File sistem merupakan mekanisme penyimpanan online
serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam sistem
operasi.
- Karakteristik File Sistem
File Sistem adalah bertanggung jawab
untuk pengorganisasian, penyimpanan, pencarian keterangan, penamaan,
sharing atau pembagian dan protection atau perlindungan dari file-file.
File berisi dari dua bagian penting yaitu
data dan atribut. File sistem didesain untuk menyimpan dan mengatur
banyak dan besar file dengan fasilitas untuk membuat, memberi nama dan
menghapus file. File system juga bertanggung jawab untuk pengontrolan
dari akses file, akses terbatas ke file oleh user yang berhak dan
tipe-tipe dari akses yang diminta.
- Operasi pada file
Query / Modifikasi Atribut
Open / Close
Read / Write
Akses Kontrol
- Organisasi penyimpanan
Metadata (pengaturan informasi file) : atribut file, informasi struktur direktori, dll.
- Atribut File
File adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder. Atribut file terdir dari :
- Nama
Merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bisa dibaca oleh manusia (human readable form)
- Type
- Lokasi
- Ukuran (Size)
- Proteksi
Informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca, menulis dan mengeksekusi file
- Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna
- Pembuatan file
- Modifikasi terakhir yang dilakukan pada file
- Penggunaan terakhir file
- Struktur File System
- Modul File : menghubungkan ID dengan file tertentu
- Modul Akses Kontrol : memeriksa permission utuk operasi yang diminta
- Modul Akses File : read / write data file atau atribut
- Modul Blok : akses dan alokasi blok disk
- Modul Perangkat : disk I/O dan buffering
- Komponen File service
- Komponen-komponen file service adalah terdiri dari :
Pengoperasian dari masing-masing file.
Directory Service
Management atau pengaturan direktori
Naming Service
- Location Independence :
- Kebutuhan file sistem terdistribusi
- Transpansi
- Update file konkuren
Perubahan pada sebuah file oleh seorang klien seharusnya tidak menganggu operasi dari
klien lain yang pada saat bersamaan mengakses atau mengubah file yang sama.
- Replikasi file
Beberapa file service mendukung penuh
replikasi, tetapi kebanyakan mendukung caching file atau portion file
secara lokal, bentuk replikasi yang terbatas.
- Ke‐heterogen‐an sistem operasi dan hardware
Antarmuka service sebaiknya didefinisikan
sehingga software klien dan server dapat diimplementasikan untuk sistem
operasi dan komputer yang berbeda.
- Toleransi kesalahan
Server bisa menjadi stateless, sehingga
dapat di‐restart dan service di‐restore kembali setelah mengalami
failure tanpa perlu me‐recover state sebelumnya.
- Konsistensi
Ketika file‐file direplikasi atau
di‐cache pada site yang berbeda, ada delay yang tak bisa dihindari pada
propagasi modifikasi dari satu site ke set lain yang membawa copy, dan
ini bisa menghasilkan beberapa deviasi dari one‐copy semantic.
- Keamanan
Secara virtual, semua sistem file menyediakan mekanisme kontrol akses berdasarkan kegunaan dari daftar kontrol akses.
- Efisiensi
File service terdistribusi sebaiknya
menawarkan fasilitas yang paling tidak, sama bagusnya dengan yang
ditemukan pada sistem file konvensional, dan sebaiknya mendapat level
performance yang dapat diperhitungkan.
Komponen File Service
Komponen-komponen file service terdiri dari :- File Service
Pengoperasian dari masing-masing file
atau File service adalah suatu perincian atau pelayanan dari file system
yang ditawarkan pada komputer client. Suatu file server adalah
implementasi dari file service dan berjalan pada satu atau lebih mesin.
File itu sendiri berisi dari nama, data dan atribut file seperti
kepemilikan file, ukuran, waktu pembuatan file dan hak akses file.
- Directory Service
Management atau pengaturan direktori.
Sebuah service yang digunakan untuk menghubungkan semua resource yang
ada pada jaringan dan berperan semacam sebuah buku telpon raksasa.
Directory service pada NT 4 mempunyai peran penting dalam mengatur
proses logon dan administrasi security secara terpusat.
Pada generasi DS yang lebih lanjut, Microsoft memperkenalkan ADS yang disertakan bersama OS Windows 2000 server. ADS generasi kedua ini mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar daripada pendahulunya. Selain itu Microsoft juga mempermudah administrasi dari ADS dengan menggunakan system hierarchical view dan multimaster.
Pada generasi DS yang lebih lanjut, Microsoft memperkenalkan ADS yang disertakan bersama OS Windows 2000 server. ADS generasi kedua ini mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar daripada pendahulunya. Selain itu Microsoft juga mempermudah administrasi dari ADS dengan menggunakan system hierarchical view dan multimaster.
- Naming Service
Contoh File Service : NFS (Network File System) dan AFS (Andrew File System)
Link Kelompok :
1. Firmansyah : http://mansyah408.blogspot.co.id/2016/04/komputasi-modern-sejarah-komputasi.html
2. Ibnu Umar :
3. Maulana Iqbal : http://yqbale.blogspot.co.id/2016/04/sistem-terdistribusi.html
4. Nova Andriatna S : https://novaandriatnas.wordpress.com/2016/04/18/sistem-terdistribusi/#more-238
5. Tarmizi H Ambo :
Sejarah Komputasi Modern
Komputasi merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara-cara untuk memecahkan suatu masalah terhadap data input dengan sebuah algoritma, data input disini adalah sebuah masukan yang berasal dari luar lingkungan sistem. Komputasi Modern merupakan sebuah sistem yang akan menyelesaikan masalah matematis menggunakan komputer dengan cara menyusun algoritma yang dapat dimengerti oleh komputer yang berguna untuk menyelesaikan suatu masalah.Secara Umum Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Komputasi merupakan suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer. Komputasi yang menggunakan komputer inilah yang disebut dengan Komputasi Modern.
Sejarah Komputasi Modern Awal mula dari komputasi adalah adanya perhitungan-perhitungan angka yang dilakukan manusia. Manusia telah mengenal angka dan perhitungan sejak berabad-abad yang lalu. Bangsa romawi pun telah dapat menghitung sistem kalender dan rasi bintang. Seiring dengan perkembangan zaman manusia pun melakukan perhitungan-perhitungan yang lebih kompleks. Otak manusia juga mengalami keterbatasan dalam menghitung angka yang jumlahnya bisa berdigit-digit, kemudian diciptakan alat sempoa untuk menghitung, kemudian dekembangkan menjadi kalkulator, Karena semakin berkembangnya alat dan kebutuhan semakin banyak pula data-data yang ingin dihitung, dan mulailah ide pembuatan untuk membuat komputer sebagai alat hitung dengan konsep komputasi modern. Tidak hanya itu, komputer yang diciptakan hingga sekarang ini bukan menjadi sebuah alat yang digunakan untuk menghitung, tapi juga bisa menyimpan,mengedit dan mengolah kata serta masih banyak lagi kegunaan dan kelebihan yang dimiliki oleh komputer.
Komputasi Modern Komputasi adalah cara untuk menyelesaikan sebuah masalah dari inputan data dengan menggunakan algoritma. Secara umum ilmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut. Dalam kerjanya komputasi modern menghitung dan mencari solusi dari masalah yang ada, dan perhitungan yang dilakukan itu meliputi:
1. Akurasi (big, Floating point)
2. Kecepatan (dalam satuan Hz)
3. Problem Volume Besar (Down Sizzing atau pararel) 4. Modeling (NN & GA) 5. Kompleksitas (Menggunakan Teori big O)
Karakteristik dari Komputasi Modern Karakteristik komputasi modern ada 3 macam, yaitu :
1. Komputer-komputer penyedia sumber daya bersifat heterogenous karena terdiri dari berbagai jenis perangkat keras, sistem operasi, serta aplikasi yang terpasang.
2. Komputer-komputer terhubung ke jaringan yang luas dengan kapasitas bandwidth yang beragam.
3. Komputer maupun jaringan tidak terdedikasi, bisa hidup atau mati sewaktu-waktu tanpa jadwal yang jelas.
Jenis-Jenis Komputasi Modern Jenis-jenis komputasi modern ada 3 macam, yaitu :
1. Mobile Computing atau Komputasi Bergerak Mobile computing (komputasi bergerak) merupakan kemajuan teknologi komputer sehingga dapat berkomunikasi menggunakan jaringan tanpa menggunakan kabel serta mudah dibawa atau berpindah tempat, tetapi berbeda dengan komputasi nirkabel.
2. Grid Computing Komputasi grid memanfaatkan kekuatan pengolahan idle berbagai unit komputer, dan menggunakan kekuatan proses untuk menghitung satu pekerjaan.
3. Cloud Computing atau Komputasi Awan Cloud computing adalah perluasan dari konsep pemrograman berorientasi objek abstraksi. Abstraksi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, menghapus rincian kerja yang kompleks dari visibilitas.
Konsep Komputasi Modern pertama kali digagasi oleh John Von Neumann. Beliau adalah ilmuan yang meletakkan dasar-dasar komputer modern. Von Neumann memberikan berbagai sumbangsih dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer yang di salurkan melalui karya-karyanya Von Neumann juga ahli dalam bidang komputasi. Von Neumann menjadi seorang konsultan pada pengembangan komputer ENIAC, dia merancang konsep arsitektur komputer yang masih dipakai sampai sekarang. Arsitektur Von Nuemann adalah seperangkat komputer dengan program yang tersimpan (program dan data disimpan pada memori) dengan pengendali pusat, I/O, dan memori.
Sejarah Singkat Mengenai Van Nuemann
John von Neumann (1903-1957) adalah ilmuan yang meletakkan dasar-dasar komputer modern. Dalam hidupnya yang singkat, Von Neumann telah menjadi ilmuwan besar abad 21. Von Neumann meningkatkan karya-karyanya dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer. Beliau juga merupakan salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu.
Von Neumann dilahirkan di Budapest, Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Dia adalah anak pertama dari pasangan Neumann Miksa dan Kann Margit. Di sana, nama keluarga diletakkan di depan nama asli. Sehingga dalam bahasa Inggris, nama orang tuanya menjadi Max Neumann. Pada saat Max Neumann memperoleh gelar, maka namanya berubah menjadi Von Neumann. Setelah bergelar doktor dalam ilmu hukum, dia menjadi pengacara untuk sebuah bank. Pada tahun 1903, Budapest terkenal sebagai tempat lahirnya para manusia genius dari bidang sains, penulis, seniman dan musisi.
Von Neumann juga belajar di Berlin dan Zurich dan mendapatkan diploma pada bidang teknik kimia pada tahun 1926. Pada tahun yang sama dia mendapatkan gelar doktor pada bidang matematika dari Universitas Budapest. Keahlian Von Neumann terletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep seluler automata, teknologi bom atom, dan komputasi modern yang kemudian melahirkan komputer. Kegeniusannya dalam matematika telah terlihat semenjak kecil dengan mampu melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya.
Setelah mengajar di Berlin dan Hamburg, Von Neumann pindah ke Amerika pada tahun 1930 dan bekerja di Universitas Princeton serta menjadi salah satu pendiri Institute for Advanced Studies.
Dipicu ketertarikannya pada hidrodinamika dan kesulitan penyelesaian persamaan diferensial parsial nonlinier yang digunakan, Von Neumann kemudian beralih dalam bidang komputasi. Sebagai konsultan pada pengembangan ENIAC, dia merancang konsep arsitektur komputer yang masih dipakai sampai sekarang. Arsitektur Von Nuemann adalah komputer dengan program yang tersimpan (program dan data disimpan pada memori) dengan pengendali pusat, I/O, dan memori. (dna)
Sumber Materi :
http://rikardo-game.blogspot.com/2011/04/sejarah-komputasi-modern.html
http://www.beritanet.com/Education/John-Von-Neumann.html
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_computing
PROTOKOL-PROTOKOL YANG BEKERJA PADA OSI LAYER
Pada Model referensi OSI layer terdapat beberapa protokol pada lapisan-lapisan tertentu. Layer-layer tersebut adalah1. Physical
Tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, karena pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data.
2. Data link layer
Protokol pada data link layer mengantur secara langsung transfer antara node-node dari data antara dua komputer.
Fungsi-fungsi yang mendukung protokol ini antara lain:
a. Deteksi dan koreksi kesalahan transmisi
b. Framing dan link akses
c. Reliable deliverry
d. Flow control
Flow control merupakan teknik yang digunakan untuk mengontrol proses pengiriman frame dari pengirim ke penerima agar tidak terjadi penumpukan frame yang menyebabkan hilangnya frame sebelumnya, hal ini terjadi karena buffer penerima belum mengambil frame yang harus diterimanya.
Teknik error control pada data link pada umumnya ada dua, yaitu:
a. Error detection ada tiga jenis, yaitu Parity, BCC dan CRC yang dilakukan pada hardware, jika ada error maka flag ketiga detection itu akan on. Jika on maka penerima akan meminta ulang pengiriman data.
b. Error correction
Frame yang ada pada data link harus mencakup syncronisasi, format yang sesuai dengan control frame, agar physical layer dapat menerima format data link layer dan menjadi streaming bit.
Contoh-contoh protokol pada data link layer
a. HDLC (High Level Data Link Control)
b. Data Link layer pada intenet terdiri dari
• SLIP (Serial Line IP)
• PPP (Point to Point Protocol)
c. Data Link layer pada ATM
3. Network layer
Internet protocol memiliki dua arsitektur, yaitu :
1. Connectionless Internetworking Protocol
Keuntungan dari connectionless internetworking adalah :
a. Flexibel dapat dipakai dengan berbagai type network yang connectionless dengan sedikit modifikasi
b. Highly Roubus, jika ada node data paket hilang dapat diperoleh lewat node yang lain
c. Sangat tepat jika connection yang diminta transport layer adalah connectionless
2. Connection Internetworking Protocol
Contoh dari Connection Internetworking Protocol adalah :
a. ICMP (Internet Control Message Protocol) bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memperhatikan perhatian khusus
b. ARP (Address Resolution Protocol) bertugas menemukan hardware address suatu host dengan alamat IP tertentu
c. RARP (Reverse Address Resolution Protocol) bertugas menerjemahkan hardware address menjadi IP address suatu host.
d. IP (Internet Protocol) bertugas untuk menyediakan cara terbaik untuk membawa datagram dari sumber ketujuan, tanpa memperdulikan apakah mesin yang bersangkutan berada pada jaringan yang sama atau tidak, atau apakah terdapat jaringan-jaringan lainnya antara sumber dengan tujuan atau tidak.
4. Transport layer
Layanan transport di implementasikan oleh protokol transport yang dipakai antara dua buah entity, protokol ini menyerupai protokol pada data link dalam hal kontrol error, pengurutan, dan mengontrol aliran data.
Selain persamaan tersebut protokol transport dan protokol data link juga memiliki perbedaan.
Perbedaan protokol transport dengan protokol data link ada pada:
a. Lingkungan tempat protokol-protokol itu beroperasi. Pada data link dua buah router berkomunikasi secara langsung melalui saluran fisik dan tidak perlu dilakukan pengalamatan untuk menetukan router yang diajak berkomunikasi, sedangkan pada pada transport layer saluran fisik tersebut digantikan oleh subnet dan diperlukan pengalamatan untuk menetukan dengan router yang diajak berkomunikasi.
b. Pengalokasian buffer. Pada data link buffer dialokasikan tetap di setiap saluran sehingga frame baru akan selalu mendapatkan buffer yang bisa digunakan. Pada transport layer tidak menarik jaka dilakukan hal yang sama dengan data link, karena pada transport layer terjadi koneksi dengan jumlah yang besar.
Pada transport layer, internet memiliki dua buah protokol utama, yaitu:
a. TCP (Transmition Control Protocol) merupakan protokol yang bersifat connection oriented. Setiap byte pada koneksi TCP memiliki no urut 32 bitnya sendiri.
Entity TCP pengirim dan penerima saling bertukar data dalam bentuk segmen, setiap segmen header memiliki ukuran tetap 20 byte yang diikuti oleh nol atau lebih byte-byte data. Software TCP memutuskan besarnya segmen, dan dapt mengakumulasikan data dari beberapa penulisan menjadi sebuah segmen, atau memotong-motong data dari sebuah penulisan menjadi beberapa segmen.
Terdapat dua hal yang membatasi ukurun segmen
a. Setiap segmen, termasuk header TCP, harus pas playload IP 65.535 byte
b. Setiap jaringan memiliki MTU (Maximum Transfer Unit) yang umumnya beberapa ribu byte yang menentukan ukuran maksimum segmen.
Jika segmen lebih besar dari jaringan yang dilewatinya, maka segmen dapat dipecah menjadi bebrapa segmen oleh router.
Koneksi dalam TCP menggunakan headshake tiga arah. Untuk membentuk sebuah koneksi, pada server, secara pasif menunggu koneksi yang masuk dengan mengeksekusi primitive-primitive listen dan accept, baik dengan menspesifikasikan sumber yang spesifik ataupun tidak menspesifikasikan apapun sama sekali. Pada client mengeksekusi primitive connect, yang menspesifikasikan alamat IP dan port tempat koneksi akan dibuat, ukuran segmen TCP maksimum yang akan diterima, dan secara optional beberapa data pengguna seperti password. Primitive connect mengirimkan segmen TCP dengan bit SYN dalam keadaan aktif dan bit ACK dalam keadaan pasif dan menunggu respons.
Manjemen window pada TCP tidak secara langsung terkait dengan acknowledgment seperti pada sebagian besar protokol-protokol data link. Misalnya pada penerima yang memiliki buffer 4096 byte, bila pengirim mentransmisikan segmen 2048 byte yang diterima secara benar, maka penerima akan mengacknowladge segmen ini. Akan tetapi, karena sekarang penerima hanya memiliki 2048 ruang buffer, maka penerima akan menawarkan jendela 2048 byte yang diawali pada byte berikutnya yang diharapkan.
c. UDP merupakan protokol yang bersifat connectionless.
5. Session layer
Fungsi terpenting session layer adalah untuk membawa sematik dari interaksi session service user melelui hubungan dengan user lain. Interaksi antara session entity dengan cara saling saling menukar Session Protokol Data unit (SPDU) melalui hubungan logika, bahwa mereka saling berkaitan terutama ubntuk mendukung hubungan antara dua session service user.
Pertukaran ini dapat terjadi bila keduanya mengikuti tata cara sintak dan sematik dari session protokol. Protokol juga mengkhususkan kepada kejadian-kejadian yang menyebabkan SPDU dikirim, atau aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh ssession entity ketika menerima SPDU.
Parameter SPDU terdiri dari :
a. Parameter group unit dimiliki oleh encode group parameter
Parameter group unit terdiri dari tiga field, yaitu :
• Field group indicator yang mengindentifikasi parameter group yang telah diencode.
• Field length indicator yang mengindentifikasikan panjang dari parameter group yang telah diencode.
• Satu atau lebih parameter unit jika ada.
b. Parameter unit dimiliki encode single parameter
Parameter unit terdiri dari tiga field sebagai berikut:
• Field parameter indicator yang mengindentifikasikan parameter yang telah diencode.
• Field parameter indicator yang mengindentifikasikan panjang dari nilai parameter.
• Isi dari parameter itu sendiri jika ada.
Field-field yang biasanya digunakan dalam hubungan komunikasi field, yang menjadi parameter SPDU terdiri dari:
a. SPDU indicator field menerapkan tipe SPDU
b. Length indicator field menerapkan panjang parameter
c. SPDU parameter field menerapkan encode parameter satu atau lebih
d. User information field menerapkan SPDU dan jika memang ada
6. Presentation layer
Virtual Terminal Protokol (VTP) merupakan contoh dari protokol pada Presentation layer.
Fungsi dari VTP adalah suatu paket program dimana terminal khusus diubah fungsinya menjadi yang umum sehingga dapat dipakai oleh sembarang vendor. Paket software bagian ini adalah X28/X29/X.3 yang disebut sebagai PAD (Packet Assambly Deassambly)
X.3 : mengontrol operasi
X.28 : terminal emulator
X.29 : Host emulator
Fungsi dari VTP untuk presentation layer adalah :
a. Membuat dan memelihara struktur data
b. Translating karakteristik terminal ke bentuk standard
7. Application layer
Pada layer ini ada dua jenis protokol yang sering dipakai, yaitu:
1. SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol ini berfungsi menyederhanakan sistem network yang kompleks menjadi sederhana. Semua informasi tentang network akan ada di masing-masing kelompok yang ditaruh pada Management Information Base (MIB)
Secara umum protokol ini melakukan:
• Restruktur network ke arah yang mudah dikontrol dengan membagi atas bagian-bagian
• Semua informasi disimpan pada MIB
• Memiliki security
• Memiliki privacy di masing-masing kelompok maupun antar kelompok
• Clock syncronization
• Mempunyai access control
SNMP merupakan suatu komponen yang memegang peranan penting di dalam Sistem Management Network yang merupakan suatu kumpulan tool untuk memonitori dan mengontrol network yang memiliki sifat :
• Seorang operator interface mampu memberikan perintah-perintah untuk melengkapi sebagian atau seluruh kerja management network.
• Sebagaian hardware dan software yang dibutuhkan untuk management dapat digabung ke dalam peralatan yang ada.
Komponen dari Sistem Management Network adalah:
• Manajement terminal kerja atau manager merupakan peralatan yang berdiri sendiri namum memiliki kemampuan untuk diterapkan pada sistem distribusi, manajemen terminal kerja menjadi penghubung antara seorang manager network dengan sistem management network.
• Agent, yaitu platform-platform kunci seperti host, bridge, router, dan hub yang mungkin disertakan bersama software agent, sehingga dapat dikelola dari sebuah manajemen terminal kerja.
• Management Information Base
• Protokol manajement network
Manajemen terminal kerja dan agent dihubungkan oleh sebuah Network Management Protocol. SNMP dipakai untuk manajemen network TCP/IP, sedangkan untuk network berbasis OSI digunakan CMIP (Common Management Information Protocol), SNMPv2 yaitu versi SNMP yang telah disempurnakan, telah bisa digunakan pada network berbasis TCP/IP dan OSI.
2. FTP (File Transfer Protocol)
Protokol ini bertujuan untuk transfer suatu file atau bagian dari file dengan menggunakan FTP command yang dilakukan dengan menambah driver pada sistem operasi sehingga sistem operasi dapat digunakan secara interaktif oleh user saat online. Protokol ini sering kali mencakup layer 5,6, dan 7 bersama-sama sehingga berfungsi sebagai user application untuk langsung mengakses transport layer agar file terkirim.
ISO menggunakan standar FTP yaitu FTAM (File Transfer, Access and management) dalam mengirim, mengakses maupun memanajemen file. Standar ini memiliki tiga ciri, yaitu:
a. Virtual Filestore Definition, yaitu struktur file, atribut yang menunjukkan suatu file, tindakan-tindakan penanganan suatu file dan elemen file.
b. File Service Definition, yaitu mendefinisikan pelayanan-pelayanan yang ada kepada user untuk mengakses dan memanipulasi file virtual.
c. File Protocol Spesification, yaitu berfungsi untuk menyediakan sebuah dukungan langsung pelayanan FTAM. Terdapat sebuah mapping satu-satu dari pelayanan sederhana sampai protocol unit data. bagian ini akan melakukan setup pada bagian koneksi dan menyisipkan checkpoint pada aliran data.
Ada tiga kemungkinan proses file transfer, yaitu
a. User akan mentransfer file dari dirinya ke orang lain yang ada dalam network
b. User akan mentransfer file dari user lain ke dirinya
c. User pertama akan mentransfer file dari dirinya ke user lain, atau dari user kedua ke user ketiga atas komando user pertama.
File yang ditranfer oleh user dapat berupa :
a. Data di dalam file tersebut
b. Data dan struktur file
c. Data dan struktur file dan atribut lainnya, seperti access control list, index, update, dan yang lainnya
Service yang dapat dihasilkan oleh FTP adalah:
a. Access control
b. Processing mode
c. File Name Fasilities
d. Alternating Operation
e. File Management Fasilities
f. Error Recovery
g. Flow Control
h. File Structur
i. Status Report
Refrensi
1. Lucas, Jonathan. 2006. Jaringan Komputer. Yogyakarta : Graha Ilmu
2. Sukmaaji, Anjik. 2003. Buku Materi Kuliah STIKOM Jaringan Komputer edisi pertama. Surabaya : STIKOM
3. Tanenbaum, Andrew S.. 1996. Jaringan Komputer jilid 1,2. ahli bahasa Gunirta Prianta; penyuting bahasa Purnomo Wahyu Indarto, Endang Sriningsih, Anak Agung Putri Ratna. 2000. Jakarta : Perherlindo
Website Komputasi Modern
Komputasi Modern adalah sebuah system yamg menyelesaikan sebuah masalah dengan menggunakan computer menggunakan algoritma sebagai pemecahan masalah tersebut.Dalam hal ini, saya akan membahas tentang penerapan komputasi modern pada website resmi dari perusahaan Hoka-hoka bento Indonesia.Perusahaan Hoka-hoka bento Indonesia. Untuk dapat melihat website tersebut kita harus membuka link http://www.hokben.co.id/ setelah itu, maka akan tampil halaman awal dari website tersebut.
Pada tampilan awal website, user dimudahkan untuk memilih informasi yang user inginkan. Seperti menu yang tersedia beserta harganya, lokasi outlet terdekat, promo yang sedang berlangsung, dan lain-lain.
Selain itu, pada website ini juga terdapat layanan atau menu Pesan Online yang termasuk ke dalam komputasi modern. Dengan layanan ini, customer dapat memesan menu makanan secara online tanpa harus datang ke restoran. Proses kerja dari layanan ini dijalankan oleh komputer. Berikut tampilan layanan yang dimaksud:
kalau kita berminat dengan menu yang ada kita dapat mengetikkan jumlah pesanan yang kita inginkan, seperti pada gambar di atas.
Lalu untuk konfirmasi pemesanan, kita harus login dahulu. Setelah itu kita diminta untuk mengisikan data pembeli. Seperti nama dan alamat yang dituju. Tahap yang terakhir dari proses pemesanan yang tadi telah kita lalui adalah akan tampil Detail Order dari transaksi pemesanan online yang kita lakukan.
Sumber: http://www.hokben.co.id/
Kesimpulan:
Pada website Hoka-hoka bento Indonesia sudah termasuk ke dalam penerapan komputasi modern terdapat pada layanan pemesanan online. User/customer dapat memesan makanan dan minuman secara virtual/online tanpa harus datang langsung ke restoran. Sistem layanan pada website perusahaan ini telah mengandung unsur-unsur yang merupakan penerapan dari komputasi modern. Proses pada layanan dikerjakan atau dilakukan oleh tenaga Komputer. Kelebihan yang ada pada website ini adalah dapat diakses atau digunakan dimana saja selama terhubung dengan jaringan internet dan juga interface pada website ini sangat menarik dan bagus, terbukti dengan merasa mudahnya user menggunakanya. Untuk kekurangan pada website ini mungkin hampir tidak ada kekurangan yang berarti, hanya mungkin pada menu lokasi restoran tidak tersedia search engine, sehingga tidak dapat langsung menujukan lokasi yang kita inginkan.
Dengan demikian, adanya penerapan teknik komputasi modern pada website "Hoka-hoka bento Indonesia" sangat membantu pelanggan sehingga dapat memesan makanan dan atau minuman secara cepat dan efisien.
Hello! We’re Fenix Creative Photo Studio





