Interface Service
Interface service adalah metode standard
komunikasi yang dapat dipakai oleh siapapun tanpa membedakan vendornya.
Interface Service merupakan titik point yang konsumen gunakan untuk
mengakses fungsionalitas yang diarahkan oleh aplikasi. Interface Service
biasanya menggunakan alamat jaringan, yang berarti bahwa ia dapat di
akses oleh konsumen lebih dari beberapa macam komunikasi jarigan. Alamat
jaringan dapat terkenal lokasinya atau ia dapat terkandung dari
direktori service seperti UDDI.
Interface Service mengimplementasikan
kontrak antara konsumen dan penyedia. Kontrak ini memungkinkan mereka
untuk bertukar informasi bahkan jika mereka berada di sistem yang
berbeda. Interface Service bertanggung jawab untuk semua rincian
pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi ini. Rincian
tersebut termasuk tetapi tidak terbatas pada:
- Network protocol
Interface Service harus merangkum semua
aspek dari network protocol yang digunakan untuk komunikasi antara
konsumen dan pelayanan. Sebagai contoh, anggaplah layanan terkena
konsumen melalui HTTP melalui jaringan TCP/IP. Anda dapat menerapkan
Interface Service sebagai komponen ASP.NET diterbitkan ke URL terkenal. Komponen ASP.NET
menerima permintaan HTTP, ekstrak informasi yang dibutuhkan oleh
layanan untuk memproses permintaan tersebut, memanggil implementasi
layanan, paket respon layanan, dan mengirim respon kembali ke konsumen
sebagai respon HTTP. Dari perspektif layanan, satu-satunya komponen yang
memahami HTTP adalah antarmuka layanan. Pelaksanaan layanan memiliki
kontrak sendiri dengan antarmuka layanan dan seharusnya tidak memiliki
ketergantungan pada spesifikasi teknologi yang digunakan konsumen untuk
berkomunikasi dengan antarmuka layanan.
- Data formats
Menerjemahkan Interface Service konsumen
antara format data dan format data yang mengharapkan layanan. Sebagai
contoh, konsumen eksternal untuk perusahaan dapat menyediakan data dan
mengharapkan data yg berada dalam format XML yang sesuai dengan skema
standar industri XML. Konsumen internal untuk perusahaan mungkin ingin
menggunakan format XML dioptimalkan untuk layanan tertentu. Interface
Service bertanggung jawab untuk mengubah dan pemetaan kedua format data
dalam format yang dapat menggunakan layanan ini. Pelaksanaan pelayanan
tidak memiliki pengetahuan tentang format data spesifik Interface
Service mungkin gunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen.
- Security
Interface Service harus dipertimbangkan
batas kepercayaan sendiri. Konsumen yang berbeda mungkin memiliki
persyaratan keamanan yang berbeda, jadi terserah untuk Interface Service
untuk melaksanakan konsumen spesifik persyaratan. Misalnya, konsumen
eksternal untuk perusahaan umumnya akan memiliki persyaratan keamanan
yang lebih ketat daripada konsumen internal untuk perusahaan. Konsumen
eksternal mungkin memiliki persyaratan otentikasi kuat dan hanya dapat
diberi kewenangan untuk melakukan subset yang sangat terbatas dari
operasi yang berwenang untuk konsumen internal. Konsumen internal dapat
dipercaya secara implisit untuk kebanyakan operasi dan hanya membutuhkan
otorisasi untuk operasi yang paling sensitif.
- Service level agreements
Interface Service memiliki peran
signifikan dalam memastikan bahwa pelayanan memenuhi komitmen tingkat
layanan untuk satu set khusus konsumen. Interface Service dapat
mengimplementasikan caching untuk meningkatkan waktu respon dan
mengurangi konsumsi bandwidth. Beberapa contoh dari Interface Service
dapat digunakan di satu set beban-seimbang node pengolahan untuk
mencapai skalabilitas, ketersediaan, dan kesalahan-toleransi
persyaratan.
File Sistem Terdistribusi
- Pengertian File Sistem Terdistribusi
File Sistem Terdistribusi adalah file
sistem yang mendukung sharing files dan resources dalam bentuk
penyimpanan persistent di sebuah network. Tujuan utama dari sistem file
terdistribusi yaitu mencontoh fungsi dari sistem file non‐terdistribusi
pada program klien yang berjalan di komputer‐komputer dalam suatu
jaringan. Dimulai dengan pembahasan mengenai sistem storage
terdistribusi dan non‐terdistribusi. Sistem file terdistribusi mendukung
pengiriman informasi dalam bentuk file dan sesumber hardware dalam
bentuk storage lewat intranet.
- Pengenalan File Service
File service adalah suatu perincian atau
pelayanan dari file system yang ditawarkan pada komputer client. Suatu
file server adalah implementasi dari file service dan berjalan pada satu
atau lebih mesin.
File itu sendiri berisi dari nama, data
dan atribut file seperti kepemilikan file, ukuran, waktu pembuatan file
dan hak akses file. File sistem merupakan mekanisme penyimpanan online
serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam sistem
operasi.
- Karakteristik File Sistem
File Sistem adalah bertanggung jawab
untuk pengorganisasian, penyimpanan, pencarian keterangan, penamaan,
sharing atau pembagian dan protection atau perlindungan dari file-file.
File berisi dari dua bagian penting yaitu
data dan atribut. File sistem didesain untuk menyimpan dan mengatur
banyak dan besar file dengan fasilitas untuk membuat, memberi nama dan
menghapus file. File system juga bertanggung jawab untuk pengontrolan
dari akses file, akses terbatas ke file oleh user yang berhak dan
tipe-tipe dari akses yang diminta.
- Operasi pada file
Query / Modifikasi Atribut
Open / Close
Read / Write
Akses Kontrol
- Organisasi penyimpanan
Metadata (pengaturan informasi file) : atribut file, informasi struktur direktori, dll.
- Atribut File
File adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder. Atribut file terdir dari :
- Nama
Merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bisa dibaca oleh manusia (human readable form)
- Type
- Lokasi
- Ukuran (Size)
- Proteksi
Informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca, menulis dan mengeksekusi file
- Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna
- Pembuatan file
- Modifikasi terakhir yang dilakukan pada file
- Penggunaan terakhir file
- Struktur File System
- Modul File : menghubungkan ID dengan file tertentu
- Modul Akses Kontrol : memeriksa permission utuk operasi yang diminta
- Modul Akses File : read / write data file atau atribut
- Modul Blok : akses dan alokasi blok disk
- Modul Perangkat : disk I/O dan buffering
- Komponen File service
- Komponen-komponen file service adalah terdiri dari :
Pengoperasian dari masing-masing file.
Directory Service
Management atau pengaturan direktori
Naming Service
- Location Independence :
- Kebutuhan file sistem terdistribusi
- Transpansi
- Update file konkuren
Perubahan pada sebuah file oleh seorang klien seharusnya tidak menganggu operasi dari
klien lain yang pada saat bersamaan mengakses atau mengubah file yang sama.
- Replikasi file
Beberapa file service mendukung penuh
replikasi, tetapi kebanyakan mendukung caching file atau portion file
secara lokal, bentuk replikasi yang terbatas.
- Ke‐heterogen‐an sistem operasi dan hardware
Antarmuka service sebaiknya didefinisikan
sehingga software klien dan server dapat diimplementasikan untuk sistem
operasi dan komputer yang berbeda.
- Toleransi kesalahan
Server bisa menjadi stateless, sehingga
dapat di‐restart dan service di‐restore kembali setelah mengalami
failure tanpa perlu me‐recover state sebelumnya.
- Konsistensi
Ketika file‐file direplikasi atau
di‐cache pada site yang berbeda, ada delay yang tak bisa dihindari pada
propagasi modifikasi dari satu site ke set lain yang membawa copy, dan
ini bisa menghasilkan beberapa deviasi dari one‐copy semantic.
- Keamanan
Secara virtual, semua sistem file menyediakan mekanisme kontrol akses berdasarkan kegunaan dari daftar kontrol akses.
- Efisiensi
File service terdistribusi sebaiknya
menawarkan fasilitas yang paling tidak, sama bagusnya dengan yang
ditemukan pada sistem file konvensional, dan sebaiknya mendapat level
performance yang dapat diperhitungkan.
Komponen File Service
Komponen-komponen file service terdiri dari :- File Service
Pengoperasian dari masing-masing file
atau File service adalah suatu perincian atau pelayanan dari file system
yang ditawarkan pada komputer client. Suatu file server adalah
implementasi dari file service dan berjalan pada satu atau lebih mesin.
File itu sendiri berisi dari nama, data dan atribut file seperti
kepemilikan file, ukuran, waktu pembuatan file dan hak akses file.
- Directory Service
Management atau pengaturan direktori.
Sebuah service yang digunakan untuk menghubungkan semua resource yang
ada pada jaringan dan berperan semacam sebuah buku telpon raksasa.
Directory service pada NT 4 mempunyai peran penting dalam mengatur
proses logon dan administrasi security secara terpusat.
Pada generasi DS yang lebih lanjut, Microsoft memperkenalkan ADS yang disertakan bersama OS Windows 2000 server. ADS generasi kedua ini mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar daripada pendahulunya. Selain itu Microsoft juga mempermudah administrasi dari ADS dengan menggunakan system hierarchical view dan multimaster.
Pada generasi DS yang lebih lanjut, Microsoft memperkenalkan ADS yang disertakan bersama OS Windows 2000 server. ADS generasi kedua ini mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar daripada pendahulunya. Selain itu Microsoft juga mempermudah administrasi dari ADS dengan menggunakan system hierarchical view dan multimaster.
- Naming Service
Contoh File Service : NFS (Network File System) dan AFS (Andrew File System)
Link Kelompok :
1. Firmansyah : http://mansyah408.blogspot.co.id/2016/04/komputasi-modern-sejarah-komputasi.html
2. Ibnu Umar :
3. Maulana Iqbal : http://yqbale.blogspot.co.id/2016/04/sistem-terdistribusi.html
4. Nova Andriatna S : https://novaandriatnas.wordpress.com/2016/04/18/sistem-terdistribusi/#more-238
5. Tarmizi H Ambo :

0 komentar:
Posting Komentar